perbedaan website dan landing page

Perbedaan Website dan Landing Page

Halo pembaca yang haus akan internet-ilmu (dan mungkin juga kopi tengah malam)! Kali ini kita bakal membahas topik yang sering bikin bingung: “perbedaan website dan landing page”. Dalam era digital sekarang ini, punya kehadiran online itu wajib—tapi gampang banget salah kaprah antara website dan landing page. Artikel ini akan bantu kamu pahami (dengan santai, tapi tetap padat) apa bedanya, kapan pakai yang mana, dan kenapa ini penting untuk strategi digital kamu.

Apa itu Website? (Konsep, Fungsi, Karakteristik)

1. Definisi Website

Menurut HubSpot, website adalah “home base” yang dirancang untuk bertahan lama, menjadi pusat kehadiran online sebuah brand atau organisasi. Website mencakup beragam halaman (multi-pages) yang saling berhubungan dan berfungsi untuk informatif, edukasi, serta membangun brand. Sedangkan menurut StasiunWebsite, website itu seperti “rumah online” yang bisa dikunjungi kapan saja, dengan banyak ruang untuk konten, blog, layanan, portofolio—dan ya, kadang juga toko.

Baca Juga : Website Gratis: Cara Punya Situs Keren Tanpa Bayar, Cepat & Mudah!

2. Karakteristik Khas Website

Beberapa elemen yang umum ditemukan pada website:

  • Navigasi lengkap: menu utama, footer, link ke banyak halaman.
  • Banyak halaman: tentang kami, layanan, blog, kontak, FAQ, dan lainnya.
  • Fokus: bukan hanya untuk satu aksi, tapi untuk membangun relasi jangka panjang. Menurut Indeed website ditujukan untuk “inform and empower” visitor, bukan sekadar konversi cepat.
  • Optimasi SEO: konten yang diperkaya, kata kunci panjang (long-tail), artikel blog, halaman layanan, dan sebagainya.
  • Keberlanjutan: website dirancang untuk bertahan dan berkembang bersama brand.

3. Kapan Sebaiknya Memakai Website?

Menurut Apexure, website cocok ketika tujuanmu adalah membangun kesadaran brand, menyediakan info lengkap tentang bisnis, dan mengakomodasi berbagai jenis pengunjung. Apexure Sedangkan menurut StasiunWebsite, kalau kamu punya jasa pembuatan website (ya, seperti yang kami tawarkan), orbisukanya cakupannya besar—kamu butuh website yang tahan lama, bisa di-update, dan jadi basis semua aktivitas online kamu.

Baca Juga : Ciri-Ciri Jasa Pembuatan Website yang Profesional dan Terpercaya

Apa itu Landing Page? (Pengertian, Fungsi, Karakteristik)

 

1. Definisi Landing Page

Landing page adalah halaman tunggal (stand-alone) yang dibuat untuk kampanye pemasaran atau iklan, dengan tujuan utama mengkonversi pengunjung menjadi leads atau pelanggan. Menurut StasiunWebsite, landing page itu seperti papan seluncur — cepat, fokus satu tujuan, dan begitu pengunjung datang: “Ayo lakukan aksi!”

2. Karakteristik Khas Landing Page

Ciri-ciri yang menonjol:

  • Satu halaman saja (atau micro-site sangat sederhana).
  • Hanya satu Call To Action (CTA) yang jelas—misalnya “Daftar sekarang”, “Unduh eBook”, “Pesan gratis”.
  • Navigasi minimal atau bahkan tanpa menu navigasi agar pengunjung tidak terdistraksi.
  • Kampanye terfokus: sering digunakan untuk iklan berbayar, media sosial, email marketing.
  • Jangka waktu terbatas: karena biasanya untuk produk/penawaran/kampanye tertentu.

3. Kapan Sebaiknya Memakai Landing Page?

Landing page sangat cocok saat peluncuran produk, kampanye iklan, atau pendaftaran event karena memaksimalkan fokus pengunjung pada satu aksi. Kalau kamu memakai iklan Google Ads atau Facebook Ads dan ingin “landing” pengunjung dengan cepat ke satu tawaran spesifik—ya, pakai landing page.

Perbedaan Website dan Landing Page – Detail Perbandingan

Untuk mempermudah, berikut tabel rangkuman perbedaan antara website dan landing page:

perbedaan website dan landing page
perbedaan website dan landing page
AspekWebsiteLanding Page
Tujuan utamaMembangun brand, menyajikan info lengkapMengarahkan aksi spesifik (konversi)
Jumlah halamanBanyak halaman (multi-page)Satu halaman (atau sangat sedikit)
NavigasiMenu lengkap, eksplorasi bebasMinim navigasi, fokus pada CTA
AudienceUmum, siapa saja yang tertarikSpesifik, segmen kampanye atau iklan
WaktuJangka panjangSering jangka pendek atau kampanye
Fokus SEOYa, banyak konten, blog, layananBisa ada SEO, tapi lebih ke kampanye langsung

Salah satu perbedaan terbesar adalah longevity: website dibuat untuk bertahan dan berkembang, sedangkan landing page dibuat untuk kampanye spesifik. Landing page menghapus banyak distraksi agar pengunjung langsung menuju CTA—sedangkan website memberikan pilihan eksplorasi.

Contoh Praktis

Jika kamu menjalankan kampanye “Unduh eBook Gratis” lewat iklan Facebook → arahkan ke landing page dengan formulir unduh. Sedangkan Jika kamu punya bisnis jasa “Pembuatan Website & Landing Page” dan ingin pengunjung mengeksplor seluruh layanan, tim, portofolio → kamu membutuhkan website lengkap.

Keuntungan & Kekurangan Masing-Masing

 

1. Kelebihan Website

  • Memiliki fleksibilitas tinggi: bisa didesain ulang, diisi konten blog, produk, layanan.
  • Mendukung SEO jangka panjang: karena volume konten dan relevansi.
  • Membangun kredibilitas brand yang lebih kuat.

2. Kekurangan Website

  • Bisa lebih mahal dan waktu pengerjaannya lebih lama.
  • Kurang fokus jika yang dibutuhkan adalah kampanye cepat dengan tujuan spesifik.

3. Kelebihan Landing Page

  • Fokus tinggi: memaksimalkan satu aksi, sehingga konversi lebih efektif.
  • Cepat dibuat dan bisa diganti sesuai kampanye.
  • Ideal untuk iklan berbayar dan promosi.

4. Kekurangan Landing Page

  • Kurang cocok sebagai “rumah digital” utama brand karena informasinya terbatas.
  • Jika digunakan saja tanpa website, brand mungkin kehilangan “ruang eksplorasi” bagi pengunjung.

Tips Memilih dan Menggunakan (Strategi Praktis)

 

Pertanyaan yang Harus Kamu Jawab

  • Apa tujuan utama kamu: membangun brand atau mengkonversi aksi spesifik?
  • Apakah kamu menjalankan kampanye iklan atau usaha yang berkelanjutan?
  • Siapa audiensmu dan dari mana ia datang (iklan, pencarian organik, sosial)?
  • Apakah kamu masih butuh ruang untuk eksplorasi layanan/produk/baca-blog?

Strategi Kombinasi Website + Landing Page

Siapa bilang cuma satu yang bisa dipakai? Faktanya:

  • Gunakan website sebagai basis utama brand.
  • Buat landing page khusus untuk kampanye, produk baru, atau promosi terbatas.
  • Kombinasi ini adalah strategi paling optimal.

Menurut StasiunWebsite, kita sering melihat klien punya website + beberapa landing page spesifik—hasilnya kampanye jadi terukur dan brand tetap kokoh.

Baca Juga : Maintenance Website: Panduan Lengkap agar Situsmu Tetap Prima

Optimasi untuk Landing Page

  • Buat headline yang jelas dan benefit-oriented.
  • Minimalkan navigasi distraksi (hapus menu yang tidak perlu).
  • CTA harus menonjol dan mudah ditemukan.
  • Tampilkan social proof/testimoni, agar kepercayaan.
  • Pastikan loading cepat dan mobile friendly (ingat 2025, mobile dulu!).

Optimasi untuk Website

  • Struktur navigasi yang rapi dan intuitif.
  • Konten relevan secara SEO: blog, layanan, portofolio.
  • Pastikan branding konsisten (warna, tone, voice).
  • Tambahkan call to action yang mengarah ke landing page bila ada kampanye spesifik.
  • Pantau analytics: halaman mana yang banyak dikunjungi, dari mana trafik, dan optimalkan.

FAQ (5–7 Pertanyaan Umum)

Q1: Apakah landing page bisa menggantikan website? A1: Bisa secara teknis untuk usaha sangat kecil atau kampanye terbatas, tapi dari sudut “pemahaman brand & eksplorasi konten” biasanya tidak ideal. Menurut HubSpot, website adalah “home base” yang tahan lama. Q2: Apakah saya boleh mengarahkan iklan Google ke homepage website saya saja? A2: Sebaiknya tidak—menurut Linear Design, pengalihan iklan ke homepage biasanya kurang efektif dibanding ke landing page yang fokus satu aksi. Q3: Berapa lama landing page biasanya aktif? A3: Umumnya untuk kampanye tertentu saja—lalu bisa di-arsip atau diperbarui. Website biasanya aktif terus. Menurut HubSpot studi panjangnya. Q4: Apakah ukuran tim atau anggaran mempengaruhi pilihan? A4: Ya. Jika kecil dan baru mulai, mungkin cukup landing page dulu untuk promosi. Tapi untuk jangka menengah/ panjang sangat disarankan punya website lengkap. Q5: Apakah landing page juga perlu optimasi SEO? A5: Bisa. Tapi lebih penting optimasi konversi daripada pencarian organik utama. Landing page lebih cocok dengan trafik iklan atau kampanye yang diarahkan khusus. Menurut Indeed. Q6: Apakah website harus memiliki blog? A6: Tidak wajib, tapi sangat dianjurkan untuk mendukung SEO dan membangun authority brand dalam jangka panjang. Q7: Bisakah satu website punya banyak landing page? A7: Tentu! Itu yang sering dilakukan perusahaan besar: website utama + banyak landing page spesifik untuk kampanye berbeda.

Saatnya menentukan membuat Website atau Landing Page

Jadi, intinya: perbedaan website dan landing page bukan cuma soal tampilan atau jumlah halaman—melainkan tujuan, struktur, dan penggunaannya dalam strategi digital. Website adalah wadah luas untuk brand dan konten; landing page adalah alat tajam untuk konversi cepat. Kalau kamu sedang mempertimbangkan untuk punya website atau landing page (atau keduanya), kami di StasiunWebsite siap bantu. Kami menawarkan jasa pembuatan website lengkap maupun landing page yang konversi-oriented—hubungi kami sekarang dan mari kita diskusikan solusi terbaik untuk bisnismu.

Mari bertransformasi dari “sekadar punya kehadiran online” menjadi “hadir dengan strategi yang jelas dan hasil yang nyata”. Sampai bertemu di halaman pelanggan suksesmu—dan ingat: struktur yang tepat, aksi yang tepat, hasil yang tepat.

Selamat membangun online presence yang bukan hanya ada—tapi berdampak.

Scroll to Top